Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul Hadiri Opening Session CALD Conference on Democratic Resilience di Yogyakarta - PDIP GUNUNGKIDUL

Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul Hadiri Opening Session CALD Conference on Democratic Resilience di Yogyakarta

Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul Hadiri Opening Session CALD Conference on Democratic Resilience di Yogyakarta


Yogyakarta — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., hadir dalam Opening Session CALD Conference on Democratic Resilience in Southeast and East Asia, yang digelar di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar CALD Conference on Democratic Resilience & 9th CALD Party Management Workshop yang berlangsung sejak 3 hingga 7 September 2026 di Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan bekerja sama dengan Council of Asian Liberals and Democrats (CALD), serta didukung oleh Friedrich Naumann Foundation (FNF) Asia.


Sesi pembukaan yang bersifat terbuka untuk umum ini diikuti oleh perwakilan partai-partai politik dan lembaga think tank dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, di antaranya Candlelight Party (Kamboja), Cambodia National Rescue Party, Democratic Progressive Party (Taiwan), Liberal Party of the Philippines, Parti Gerakan Rakyat Malaysia, Singapore Democratic Party, Democrat Party (Thailand), Viet Tan (Vietnam), National Congress for Timorese Reconstruction (Timor-Leste), Centrist Reform Alliance (Jepang), Institute for Democracy Korea, serta Friedrich Naumann Foundation Korea dan Thailand, dan Chiang Mai University.

Dalam sesi pembukaan, sambutan disampaikan oleh Dr. Ahmad Basarah, S.H., M.H., selaku Ketua Bidang Kehormatan Hubungan Luar Negeri DPP PDI Perjuangan, dilanjutkan dengan pesan video dari Florencio "Butch" Abad selaku Ketua Council of Asian Liberals and Democrats, serta sambutan dari Moritz Kleine-Brockhoff, Direktur Regional Friedrich Naumann Foundation Asia. Acara juga menghadirkan pidato kunci (keynote speech) dari Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Konferensi ini mengangkat tema besar mengenai ketahanan demokrasi (democratic resilience) di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, dengan menyoroti fenomena kemunduran demokrasi (democratic backsliding) yang terjadi di sejumlah negara. Sesi pertama bertajuk "Anatomy of Democratic Backsliding in Southeast Asia" menghadirkan pembicara dari Indonesia, Filipina, dan Thailand, dengan moderator dari Viet Tan. Sesi kedua membahas ketahanan demokrasi di kawasan Asia Timur dengan menghadirkan narasumber dari Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Sedangkan sesi ketiga membahas penguatan demokrasi dari kemunduran menuju ketahanan, dengan pembicara dari Singapura, Indonesia, dan Kamboja.

Selain konferensi terbuka, rangkaian kegiatan ini juga mencakup 9th CALD Party Management Workshop yang membahas isu institusionalisasi partai politik, khususnya terkait penguatan struktur dan proses internal partai di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Menanggapi kehadirannya dalam kegiatan tersebut, Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap penyelenggaraan konferensi ini.

"Kami dari DPC PDI Perjuangan Gunungkidul menyambut baik dan mendukung penuh terselenggaranya CALD Conference on Democratic Resilience ini. Forum semacam ini sangat penting sebagai ruang belajar bersama antarpartai-partai demokratis di Asia untuk memperkuat institusi, menjaga nilai-nilai demokrasi, dan mencegah kemunduran demokrasi di kawasan kita. Sebagai partai yang lahir dari semangat perjuangan rakyat, PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus memperkuat institusionalisasi partai hingga ke tingkat cabang dan ranting, karena partai yang kuat dan terlembaga dengan baik adalah salah satu fondasi utama bagi ketahanan demokrasi," ujar Endah.

Ia menambahkan bahwa keikutsertaan DPC PDI Perjuangan Gunungkidul dalam forum internasional semacam ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dan inspirasi dalam memperkuat kaderisasi serta konsolidasi organisasi partai di tingkat daerah, sejalan dengan semangat menjaga demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.


 

Sampaikan komentar dengan santun